Beranda > Penelitian Tindakan Kelas > PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG BENDA DAN SIFATNYA UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG BENDA DAN SIFATNYA UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI

DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG BENDA DAN SIFATNYA

UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA

  (Penelitian Tindakan Kelas pada siswa kelas V SDN Gudangkahuripan 1 Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Tahun Ajaran 2007-2008)

ABSTRAK

 Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil kajian dan pengamatan langsung di kelas V SDN Gudangkahuripan I  yang menunjukkan bahwa pembelajaran IPA pada umumnya disajikan secara verbal melalui kegiatan ceramah. Target keberhasilan pembelajaran IPA cenderung mengarahkan pada pengerjaan soal-soal tes, akibatnya pemahaman konsep siswa menjadi rendah serta tidak menumbuhkan kemampuan IPA yang harus dimiliki siswa yaitu sikap ilmiah meraka.

Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap ilmiah siswa sebelum dan sesudah pembelajaran melalui model pembelajaran inkuiri dan mengetahui peningkatan sikap ilmiah siswa melalui model pembelajaran inkuiri.

Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus tindakan. Tiap siklus terdiri dari empat kegiatan yaitu: perencanaan pelaksanaan tindakan, observasi, analisis, dan refleksi. Subjek penelitian sebanyak 36 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes, lembar observasi, dan wawancara. Hasil penelitian dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri ini cukup meningkatkan sikap ilmiah siswa pada pembelajaran IPA diantaranya: sikap keterbukaan, objektifitas, disiplin, kerjasama, bertanggung jawab, dan jujur terhadap hasil yang diperoleh berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Sikap ilmiah siswa pada tindakan pembelajaran Siklus I skor rata-rata yang diperoleh untuk semua kriteria yang dikembangkan adalah 66,97 yang berarti dalam kreteria sedang, Siklus II  meningkat menjadi 68,91 walaupun tetap dalam kategori sedang, dan Siklus III  70,45 yang berarti dalam kategori sedang juga. Kenyataan ini memberikan gambaran bahwa sikap ilmiah siswa masih perlu dipupuk untuk mendorong siswa berpikir logis, kritis, dan kreatif sesuai dengan kreteria yang ingin dikembangkan. ( IWAN KURNIAWAN )

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: