Beranda > MOTIVASI DAN KATA BIJAK > Guru Harus Mampu Bimbing Anak Didiknya Miliki Cita-Cita

Guru Harus Mampu Bimbing Anak Didiknya Miliki Cita-Cita


Guru Harus Mampu Bimbing Anak Didiknya Miliki Cita-Cita

Tugas utama seorang guru, salah satunya, harus mampu memotivasi dan membangkitkan agar anak didiknya memiliki cita-cita. Guru juga diharapkan mampu mendorong anak didik bersikap optimistis.

“Seorang guru dengan kemuliaannya dianggap berprestasi jika siswa-siswanya mampu melebihinya,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh di hadapan para finalis Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama Tingkat Nasional, di Gedung Depdiknas Jakarta, Selasa (10/11).

Hadir dalam acara tersebut Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen), Prof Suyanto, Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Baedhowi dan Direktur Pembinaan SMP Depdiknas, Didik Suhardi.

Menurut Nuh, para anak didik saat ini adalah masa depan kita semua, oleh karena itu mereka harus diberikan motivasi dan dorongan-dorongan agar memiliki cita-cita dan punya mimpi-mimpi besar. “Media (pembelajaran) yang akan dilombakan sebagai kreasi dan inovasi itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita,” kata Mendiknas.

Tema lomba adalah “Media Pembelajaran untuk Menciptakan Proses Pembelajaran yang Efektif, Efisien, dan Mengembangkan Kemandirian dalam Belajar Para Siswa.”

Lomba juga bertujuan untuk memotivasi guru SMP seluruh Indonesia untuk berkreasi, berinovasi dan menggunakan media untuk pembelajaran yang efektif, efisien, interaktif, menyenangkan, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa kreativitas dan kemandirian peserta didik dalam belajar.

Panitia penyelenggara lomba telah menetapkan 198 karya yang lolos ke tahap peniliaian babak II dari 307 karya yang diterima panitia dari seluruh Indonesia. Mendiknas menyatakan, bagi para pemenang akan mendapatkan penghargaan dan dibantu mengurus hak cipta hasil karyanya.

“Para pemenang akan mendapatkan penghargaan, salah satu di antaranya adalah kami bantu mendapatkan hak cipta, sehingga hasil karya guru ada pengakuan secara resmi,” kata Nuh.

Menurut Mendiknas, media pembelajaran dapat diibaratkan sebagai jembatan. Jika guru sudah menyiapkan informasi-informasi yang luar biasa, tetapi karena medianya tidak bagus, maka informasi akan hilang dan tidak sampai ke siswa. “Sehingga media (pembelajaran) ini sangat penting,” katanya.

Mendiknas juga menyampaikan, program kerja 100 hari Depdiknas yang ditentukan sampai 1 Februari 2010, di antaranya adalah merampungkan banyak hal, termasuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah.

“Nanti ada pelatihan upgrading kepala sekolah pada 2010. Paling tidak ada 30.000 kepala sekolah/pengawas yang harus diupgrade agar kualitas pendidikan Indonesia juga makin meningkat,” katanya.

Sementara itu Dirjen Mandikdasmen, Depdiknas, Suyanto melaporkan, karya yang dilombakan merupakan hasil penelitian, termasuk penelitian tindakan kelas yang berfokus pada pengembangan atau penciptaan inovasi dan pemanfaatan media pembalajaran, baik media sederhana atau multimedia.

Dia menyebutkan, media pembelajaran ini digunakan untuk pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS dan PKN.

“Media pembelajaran yang dimaksud telah digunakan dalam proses pembelajaran dasar empiris, memfasilitasi pembelajaran yang efektif, efisien, interaktif dan menyenangkan,” katanya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: