Beranda > system database > Metadata

Metadata


Sistem informasi Geografi (SIG), adalah suatu sistem yang mengorganisir perangkat keras, perangkat lunak dan data untuk men-dayagunakan sistem penyimpanan, pendinian, manipulasi, analisis dan penyajian hasil seluruh bentuk informasi yang berkaitan  dengan aspek keruangan (Karsidi 1995 dalam Nugroho 2001). Saat ini  penggunaan teknologi Sistem Informasi Geografi (SIG) kelautan telah berkembang dengan pesat, salah satu komponen utama yang harus ada adalah data spasial/peta. Sebagai konsekuensinya tentunya semua pengguna : instansi/ lembaga, perguruan tinggi dan swasta yang akan menggunakan SIG kelautan akan mengumpulkan data sesuai dengan kebutuhan, tidak menutup kebutuhan banyak pengguna lain memerlukan data yang sama yang sudah tersusun tersebut.

Metadata adalah data menjelaskan tentang data yang meliputi informasi siapa pemilik data, tujuan penyusunan data, kualitas data, pengorganisasian data dan lain-lain (Wibowo et al. 2000). Metadata digunakan untuk menghasilkan data yang akurat,  sesuai parameter standar untuk sebuah data dan  menghindari  overlap penyusunan data dari  instansi/lembaga,  perguruan tinggi,  swasta  yang menggunakan data kelautan. Dalam tulisan ini akan dijelaskan definisi metadata,  peranan metadata dalam pengorganisasian data spasial di instansi kelautan serta software tool apa yang dapat dipakai untuk aplikasi metadata tersebut.

MAKSUD DAN TUJUAN

          Metadata merupakan data mengenai data, yang menggambarkan isi, kualitas, kondisi dan karakteristik data. Metadata membantu untuk mengalokasikan dan memahami data yang ada (USGS 1994 dalam Wibowo et al. 2000). Maksud penyusunan metadata adalah untuk memberikan informasi ke pengguna lain tentang data yang dipunyai oleh suatu instansi serta cara mendapatkannya, sedang tujuannya adalah sebagai sarana pertukaran data antar instansi/lembaga kelautan agar duplikasi (overlape) penyusunan data kelautan dapat dicegah.

PERANAN METADATA

         Suatu studi oleh United States Geological Survey (USGS) 1994,  mengatakan metadata mempunyai 3 (tiga)  peranan utama, yaitu :

            A.         Menyediakan Informasi Bagi Katalog Data dan Clearinghauses

                    Aplikasi SIG seringkali membutuhkan banyak tema, tetapi sedikit sekali instansi/lembaga  yang mampu memenuhi semua tema data               yang mereka butuhkan. Seringkali data yang dibuat oleh Instansi/lembaga  juga bermanfaat bagi pengguna lain, dengan tersedianya                             metedata melalui katalog data dan clearinghause , maka pengguna lain  yang membutuhkan dapat menemukan data yang mereka                        perlukan, selain itu  juga sebagai patner untuk bersama-sama mengumpulkan data, menjaga data  dan  pemeliharaan data.

           B.       Mengatur dan Menjaga Keteraturan Pemasukan Data

         Apabila terjadi pergantian personel yang mengawaki SIG seringkali informasi tentang data, yang merupakan tanggung jawab personelB tersebut mungkin akan hilang sehingga data akan kehilangan nilainya. Sedangkan personel  pengganti kurang memahami isi dan penggunaan basis data digital yang ada dan mungkin mereka tidak mempercayai hasil-hasil yang dimunculkan dari data yang ditinggalkan oleh personel sebelumnya, dengan adanya meta- data keteraturan  pemasukan data akan terjamin.

 C.       Menyediakan Informasi untuk Membantu Pentransferan Data

Metadata akan membantu instansi/lembaga menerima proses data dan menginterpretasi data, menggabungkan data ke basis datanya dan memperbaharui  katalog  internal pada basis data tersebut.

JENIS METADATA

            Metadata yang ada dewasa ini sangat beragam, dari yang sederhana  sampai yang sangat  rinci. Berikut ini beberapa jenis metadata yang sudah dipakai berbagai negara antara lain :

             A.        Dublin Core.

Metadata yang paling sederhana dari elemen-elemen data, yang bertujuan untuk mendukung pencarian dan penemuan sumber-sumber informasi yang disebarkan oleh Web. Elemen Dublin Core terdiri dari 10 atribut standar  sebagai berikut :  Name, Identifier, Version, Registration Authority, Language, Definition, Obligation, Data type, Maximum Occurrence dan Comment.

B.         ANZLIC (The Australia New Zealand Land Information Council).

Metadata versi  ANZLIC ini  masih sederhana dan sangat umum pengelompokkannya, dimana elemen-elemen inti yang mempunyai informasi sama digabungkan ke dalam satu kategori.   Informasi dari ketegori yang masih sedikit ini menyulitkan pemakai data untuk memutuskan apakah data tersebut  dapat digunakan atau tidak, sedangkan keuntungannya sangat efesien dalam waktu dan tenaga karena sedikit kategori metadata yang dilengkapi , berikut merupakan contoh tabel elemen-elemen inti metadata versi  ANZLIC :

Category                               Element

Dataset                                  Title, Custodian, Jurisdiction

Description                            Abstract,  Search Word(s), Geographic Extent Polygon(s),  Geographic Extent Name(s)

Data Currency                     Beggining Date, Ending Date

Dataset Status                      Progress, Maintenance and Updatae Frecuency

Acces                                     Store Data Format, Available Format Type, Acces Constraint

Data Quality                         Lineage, Positional Accuracy, Attribute Accuracy

Contact Information          Contact Organisation, Contact Position, mail Address, Suburb or Place or Locality, State or Lacality 2, Country, Postcode, Telephone, Facsimile, Electronic Mail Address

Metadata Date                    Metadata Date

Additional Metadata          Additional Metadata

           C.         FGDC (Federal Geographic Data Commite).

Merupakan metadata yang dikeluarkan oleh United State Geological States  (USGS), metada versi FGDC lebuh spesifik dan rinci pengelompokannya dimana masing-masing kategori mempunyai beberapa sub bagian yang totalnya hingga 220 item untuk menggambarkan data digital jumlah item tersebut menyebabkan daftar metedatanya sangat panjang dan istilah-istilahnya sangat susah untuk dimengerti. FDGC  membagi metadata terdiri dari 2 (dua) kelompok besar, yaitu :

 1.          Kelompok Mayor CSDGM (Content Standard for Digital Geospatial Metadata), elemen-elemennya berupa : Identification Information : data set title, area covered, keyword ; Data Quality Information: horozantal and vertical accuracy ; Spatial Data Organization Information : raster, vector, or an inderect link to lacation; Entity and Attribute Information:  lat/long, coordinate system, map projection ;  Distribution Information: distributor, file format of data dan  Metadata Reference Information: who maked the data and when.

2.                    Kelompok Minor CSDGM (Content Standard for Digital Geospatial Metadata) , elemen-elemennya berupa : Citation Information : originator, title, publication date, publiser ; Time Period Information : single date, multiple date ; Contact Information : contact person/organization, address, phone, email.

3.                    Core Elemen Metadata SIG Kelautan. Metadata yang akan dibangun untuk keperluan SIG kelautan, yang berisi data Geografi fisik dan data Geografi sosek sebaiknya dipilih dari  elemen-elemen yang mengacu pada kombinasi dari ANZLIC dan FGDC serta mempertimbangkan core metadata yang lain.

 V.         SOFTWARE  METADATA  ENTRY  TOOL

            Software Metadata Entry Tool  yang dipakai terdiri dari 2 (dua), yaitu : MS Acces 97 atau versi terbaru digunakan untuk mengelola data metedata dan ESRI Map Object (Arc View 3.2) untuk menampilkan peta serta mengekstrak informasi dari tampilan peta .

VI.        KESIMPULAN

A.         Metadata sangat penting dan mutlak diperlukan untuk  pengorganisasian data spasial dalam SIG , khususnya  pada instansi/lembaga yang mengelola data kelautan.

B.         Urgensi ini perlu disadari  mengingat  pemerintah telah membentuk jaringan kerjasama antar instansi/lembaga dalam penyediaan informasi metadata SIGNAS (Sistem Informasi geografis Nasional) dan apakah visi yang sama telah ada di instansi/lembaga kelautan yang ada di TNI AL…?

DAFTAR   PUSTAKA

Baker, G. 2000. Core Metadata Element for Land and Geographic  Directories in Australia and New Zealand . Australia : Australia New Zealand Information Council (ANZLIC)

Nugroho, H.D. 2001.  Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi (SIG). Makalah Kuliah Sistem Informasi Geografi (SIG) . SPL IPB,  Bogor

Stitt, S. 2000. The FGDC Content Standard for Digital Spatial Metadata an Image Map .USA: USGS Biological Resources Division.

Subandar, A.  2000.  Qua Vadis Sistem Informasi Geografi Kelautan. Makalah RS dan GIS  BPPT , Jakarta

Wibowo, A., H. Fitry dan D. Purbani  2000.  Penyusunan Standar Metadata untuk Penyusunan Katalog Data SIG. Makalah RS dan GIS  BPPT , Jakarta

Kategori:system database
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: