Arsip

Archive for the ‘METODE PENELITIAN’ Category

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Open-Ended


Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa
Pada Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Open-Ended

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas V SDN Inpres Lembang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kreatifitas anak sekolah dasar

dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan Open-ended. Kenyataan dilapangan bahwa yang menunjukan bahwa rendahnya kemampuan berpikir kreatif, hal ini di sebabkan karena pembelajaran belum mengarah pada kemampuan berpikir kreatif peserta didik, peserta didik masih menjadi penerima yang pasif sedangkan guru menjadi pusat informasi, peserta didik hanya melakukan sesuatu berdasarkan petunjuk guru, sementara kreatifitas peserta didik di abaikan dari pembelajaran di sekolah. Baca selengkapnya…

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG BENDA DAN SIFATNYA UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI

DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG BENDA DAN SIFATNYA

UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA

  (Penelitian Tindakan Kelas pada siswa kelas V SDN Gudangkahuripan 1 Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Tahun Ajaran 2007-2008)

ABSTRAK

 Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil kajian dan pengamatan langsung di kelas V SDN Gudangkahuripan I  yang menunjukkan bahwa pembelajaran IPA pada umumnya disajikan secara verbal melalui kegiatan ceramah. Baca selengkapnya…

Masalah Mendasar Pendidikan di Indonesia


Bagi orang-orang yang berkompeten terhadap bidang pendidikan akan menyadari bahwa dunia pendidikan kita sampai saat ini masih mengalami “sakit”. Dunia pendidikan yang “sakit” ini disebabkan karena pendidikan yang seharusnya membuat manusia menjadi manusia, tetapi dalam kenyataannya seringkali tidak begitu. Seringkali pendidikan tidak memanusiakan manusia. Kepribadian manusia cenderung direduksi oleh sistem pendidikan yang ada.

Masalah pertama adalah bahwa pendidikan, khususnya di Indonesia, menghasilkan “manusia robot”. Karena pendidikan yang diberikan ternyata berat sebelah, dengan kata lain tidak seimbang. Pendidikan ternyata mengorbankan keutuhan, kurang seimbang antara belajar yang berpikir (kognitif) dan perilaku belajar yang merasa (afektif). Jadi unsur integrasi cenderung semakin hilang, yang terjadi adalah disintegrasi. Padahal belajar tidak hanya berfikir. Sebab ketika orang sedang belajar, maka orang yang sedang belajar tersebut melakukan berbagai macam kegiatan, seperti mengamati, membandingkan, meragukan, menyukai, semangat dan sebagainya. Hal yang sering disinyalir ialah pendidikan seringkali dipraktikkan sebagai sederetan instruksi dari guru kepada murid. Apalagi dengan istilah yang sekarang sering digembar-gemborkan sebagai pendidikan yang menciptakan manusia siap pakai. Dan “siap pakai” di sini berarti menghasilkan tenaga-tenaga yang dibutuhkan dalam pengembangan dan persaingan bidang industri dan teknologi. Memperhatikan secara kritis hal tersebut, akan nampak bahwa dalam hal ini manusia dipandang sama seperti bahan atau komponen pendukung industri. Baca selengkapnya…

Berpikir Kreatif


Dalam suatu sistem mengatur dirinya sendiri, ada keharusan untuk kreatif.  Semua bukti menunjukkan bahwa otak bekerja sebagai sistem jaringan saraf yang mengatur dirinya sendiri.  Mengapa kita tidak memberikan perhatian yang serius terhadap “berpikir kreatif”, padahal ini merupakan bagian kunci dari berpikir (untuk merancang, memecahkan masalah, untuk melakukan perubahan dan perbaikan, memperoleh gagasan baru)? Ada dua alasan mengapa kita mengabaikan “berpikir kreatif”.  Alasan pertama adalah kita meyakini bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan terhadap berpikr kreatif.  Kita beranggapan bahwa berpikir kreatif adalah bakat yang tidak dimiliki semua orang.

Alasan kedua sangat menarik.  Setiap gagasan berharga pasti belakangan ditemukan sebagai hal yang logis (sesudah seseorang menemukan gagasan tersebut). Jika gagasan itu belakangan tidak terasa logis, kita tidak akan menganggapnya bernilai. Jadi, kita hanya mengakui gagasan-gagasan kreatif yang kemudian terbukti logis. Sisanya dianggap sebagai gagasan gila. Di antara gagasan-gagasan baru, ada yang kemudian terbukti berguna, dan ada pula yang dianggap gagasan gila selamanya.       Jika kita berasumsi bahwa gagasan-gagasan kreatif pada akhirnya ternyata logis, seharusnya kita bisa mendapatkan gagasan-gagasan itu dengan menggunakan kemampuan logika sejak awal. Jadi, kreativitas tidak diperlukan. Yang diperlukan hanyalah kemampuan logika yang lebih baik. Baca selengkapnya…

Penelitian Tindakan Kelas


Apakah Penelitian Tindakan Kelas itu?

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau disebut juga dengan Classroom Action Research (CAR ) adalah penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu pembelajaran di kelas. Fokus PTK adalah pada peserta didik atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas. Hasil dari PTK ini dapat ditulis sebagai karya tulis ilmiah.

Apakah Tujuan PTK?

Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di kelas dan meningkatkan kegiatan nyata Guru dalam pengembangan profesionalnya. Secara rinci, tujuan PTK antara lain

  1. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah,
  2. Membantu Guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran,
  3. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan,
  4. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan.

Mengapa dilakukan PTK? Baca selengkapnya…

Metode Penelitian Kualitatif: Grounded Theory Approach


Pendekatan grounded teori (Grounded Theory Approach) adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan sejumlah prosedur sistematis guna mengembangkan teori dari kancah. Pendekatan ini pertama kali disusun oleh dua orang sosiolog; Barney Glaser dan Anselm Strauss. Untuk maksud ini keduanya telah menulis 4 (empat) buah buku, yaitu; “The Discovery of Grounded Theory” (1967), Theoritical Sensitivity (1978), Qualitative Analysis for Social Scientists (1987), dan Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1990). Menurut kedua ilmuwan ini, pendekatan Grounded Theory merupakan metode ilmiah, karena prosedur kerjanya yang dirancang secara cermat sehingga memenuhi keriteria metode ilmiah. Keriteria dimaksud adalah adanya signikansi, kesesuaian antara teori dan observasi, dapat digeneralisasikan, dapat diteliti ulang, adanya ketepatan dan ketelitian, serta bisa dibuktikan.
Sesuai dengan nama yang disandangnya, tujuan dari Grounded Theory Approach adalah teoritisasi data. Teoritisasi adalah sebuah metode penyusunan teori yang berorientasi tindakan/interaksi, karena itu cocok digunakan untuk penelitian terhadap perilaku. Penelitian ini tidak bertolak dari suatu teori atau untuk menguji teori (seperti paradigma penelitian kuantitatif), melainkan bertolak dari data menuju suatu teori. Untuk maksud itu, yang diperlukan dalam proses menuju teori itu adalah prosedur yang terencana dan teratur (sistematis). Selanjutnya, metode analisis yang ditawarkan Grounded Theory Approach adalah teoritisasi data (Grounded Theory). Baca selengkapnya…

Jenis-jenis Penelitian Ilmiah


Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain berdasarkan: (1) Tujuan; (2) Pendekatan; (3) Tempat; (4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh; (5) Bidang ilmu yang diteliti; (6) Taraf Penelitian; (7) Teknik yang digunakan; (8) Keilmiahan; (9) Spesialisasi bidang (ilmu) garapan. Berikut ini masing-masing pembagiannya.

Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh:

  1. Basic Research (Penelitian Dasar), Mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;
  2. Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.

 

Berdasarkan Bidang yang diteliti:

  1. Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb.
  2. Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.
  3. Baca selengkapnya…

Definisi Penelitian ilmiah


Definisi Penelitian ilmiah skripsi, tesis, disertasi dan penelitian

Suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisa sesuatu masalah.

suatu penyelidikan secara sistematis, atau dengan giat dan berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai sifat-sifat daripada kejadian atau keadaan-keadaan dengan maksud untuk akan menetapkan faktor-faktor pokok atau akan menemukan paham-paham baru dalam mengembangkan metode-metode baru.

penyedilidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan utnuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.

usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.

pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. Baca selengkapnya…

Cara Membuat Rujukan Skripsi


Seringkali mahasiswa masih kebingungan dalam membuat daftar rujukan pada penelitiannya. Berikut ini cara membuat rujukan beserta contoh-contoh sumber rujukan yang dipakai dalam penelitian. diantara caranya adalah: 1) mulailah dengan studi-studi di bidang anda yang paling akhir yang dimuat dalam terbitan-terbitan terbaru dan kemudian bekerjalah mundur ke terbitan-terbitan sebelumnya. 2) Bacalah abstrak atau ringkasan suatu laporan terlebih dahulu untuk menetapkan apakah laporan itu relevan dengan masalah anda atau tidak. 3) Sebelum membuat catatan, baca jelajahilah (skim) laporan tersebut dengan cepat guna mengetahui bagian-bagian yang ada kaitannya dengan masalah anda. Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.